Opini: PELAKSANAAN SURAT KEPUTUSAN BERSAMA (SKB) TENTANG PENDIRIAN RUMAH IBADAH DI PEKANBARU Oleh: Nata Hedy Nyo,SE.MH.
- Visi Indonesia
- 16 April 2025
VISIINDONESIA.COM- Pekanbaru - Kebebasan beragama dan beribadah dijamin secara konstitusional dalam Pasal 28E ayat (1) dan (2) serta Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945. Namun dalam praktiknya, kebebasan tersebut masih menemui berbagai tantangan, terutama dalam hal pendirian rumah ibadah. Di sinilah pentingnya Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 8 dan 9 Tahun 2006, yang mengatur pedoman pelaksanaan tugas kepala daerah/wakil kepala daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama serta pendirian rumah ibadah.
Di Kota Pekanbaru, pelaksanaan SKB ini menjadi sorotan. Meskipun telah memiliki dasar hukum yang jelas, pelaksanaan di lapangan masih sering terkendala oleh tekanan sosial, resistensi warga, hingga prosedur administratif yang berbelit. Proses memperoleh izin pendirian rumah ibadah, seperti keharusan adanya dukungan dari minimal 90 pengguna rumah ibadah dan 60 warga sekitar, kerap menjadi tantangan tersendiri yang membuka ruang bagi diskriminasi terselubung.
Alih-alih menjadi sarana untuk menjamin keharmonisan, SKB kadang malah menjadi alat untuk menunda atau bahkan menolak pendirian rumah ibadah dari kelompok minoritas. Hal ini menimbulkan kesan bahwa keberagaman belum sepenuhnya diterima sebagai kenyataan sosial yang harus dihormati, melainkan masih dilihat sebagai ancaman oleh sebagian kalangan.
Padahal, Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau merupakan kota yang tumbuh dalam keberagaman budaya dan agama. Keberagaman tersebut semestinya menjadi modal sosial untuk membangun toleransi dan saling pengertian antarumat beragama. Pemerintah daerah, dalam hal ini Wali Kota dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), memiliki peran sentral dalam menjembatani aspirasi warga dengan kepentingan hukum dan konstitusi.
Penegakan SKB semestinya tidak hanya berorientasi pada aspek administratif, tetapi juga menitikberatkan pada semangat perlindungan hak asasi manusia. Pemerintah tidak boleh tunduk pada tekanan mayoritas, melainkan harus berdiri di atas prinsip keadilan dan nondiskriminasi. Sudah seharusnya FKUB memainkan peran sebagai mediator yang adil, bukan sekadar menjadi kepanjangan tangan dari arus opini dominan.
Solusinya, perlu ada perbaikan dalam pelaksanaan teknis SKB di daerah. Sosialisasi yang lebih intensif mengenai substansi SKB kepada masyarakat menjadi langkah awal penting. Selain itu, penting untuk memastikan bahwa proses verifikasi administratif tidak menjadi alat untuk membatasi hak beribadah, melainkan sebagai upaya membangun kesepahaman dan ketertiban bersama.
Pada akhirnya, pelaksanaan SKB tentang pendirian rumah ibadah di Pekanbaru adalah ujian nyata terhadap komitmen kita dalam menjunjung tinggi nilai-nilai konstitusi dan keberagaman. Negara hadir bukan untuk berpihak, melainkan untuk melindungi semua warga tanpa kecuali. Dan rumah ibadah, lebih dari sekadar bangunan fisik, adalah simbol kebebasan rohani yang tidak boleh dikekang oleh prasangka atau ketakutan sosial.
Penulis : Nata Hedy Nyo,SE.MH. Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning Pekanbaru-Riau
Related Posts
Paling Dicari
Putusan MK Soal Gugatan Wapres Selesai, Bendahara PROJO Riau Nata Hedy Nyo: Kemenangan Konstitusi dan Kepastian Hukum
- 07 October 2026
VISIINDONESIA.COM- Pekanbaru - Kebebasan beragama dan beribadah dijamin secara konstitusional dalam Pasal 28E ayat (1) dan (2) serta Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945. Namun dalam praktiknya, kebebasan tersebut masih menemui berbagai tantangan, terut...
PROJO Minta Reshuffle Tak Dibaca sebagai “Pembersihan Orang Jokowi”
- 05 October 2026
VISIINDONESIA.COM- Pekanbaru - Kebebasan beragama dan beribadah dijamin secara konstitusional dalam Pasal 28E ayat (1) dan (2) serta Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945. Namun dalam praktiknya, kebebasan tersebut masih menemui berbagai tantangan, terut...
Sukses Gebrakan Perdana Muda-mudi IKTS Pekanbaru: Sukses Gelar Turnamen Esport MLBB!
- 05 October 2026
VISIINDONESIA.COM- Pekanbaru - Kebebasan beragama dan beribadah dijamin secara konstitusional dalam Pasal 28E ayat (1) dan (2) serta Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945. Namun dalam praktiknya, kebebasan tersebut masih menemui berbagai tantangan, terut...
Kapolda Riau Berganti, Projo Riau Harapkan Irjen Arman Achdiat Hadirkan Kepastian Hukum bagi Masyarakat
- 03 October 2026
VISIINDONESIA.COM- Pekanbaru - Kebebasan beragama dan beribadah dijamin secara konstitusional dalam Pasal 28E ayat (1) dan (2) serta Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945. Namun dalam praktiknya, kebebasan tersebut masih menemui berbagai tantangan, terut...
Penunjukan Kapolri Baru, Projo Riau : Berikan Kepastian Hukum bagi Masyarakat
- 01 October 2026
VISIINDONESIA.COM- Pekanbaru - Kebebasan beragama dan beribadah dijamin secara konstitusional dalam Pasal 28E ayat (1) dan (2) serta Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945. Namun dalam praktiknya, kebebasan tersebut masih menemui berbagai tantangan, terut...
PROJO Gelar Dialog dan Salurkan Bantuan Alat Pertanian di Hari Tani Nasional 2026
- 24 September 2026
VISIINDONESIA.COM- Pekanbaru - Kebebasan beragama dan beribadah dijamin secara konstitusional dalam Pasal 28E ayat (1) dan (2) serta Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945. Namun dalam praktiknya, kebebasan tersebut masih menemui berbagai tantangan, terut...
Sasar Gamers Pekanbaru, IKTS Gelar Turnamen MLBB Offline Berhadiah Jutaan Rupiah Oktober Mendatang
- 09 September 2026
VISIINDONESIA.COM- Pekanbaru - Kebebasan beragama dan beribadah dijamin secara konstitusional dalam Pasal 28E ayat (1) dan (2) serta Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945. Namun dalam praktiknya, kebebasan tersebut masih menemui berbagai tantangan, terut...
PROJO Apresiasi Kinerja Kementerian Pertanian : Prestasi Harus Berdampak Langsung kepada Petani.
- 09 September 2026
VISIINDONESIA.COM- Pekanbaru - Kebebasan beragama dan beribadah dijamin secara konstitusional dalam Pasal 28E ayat (1) dan (2) serta Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945. Namun dalam praktiknya, kebebasan tersebut masih menemui berbagai tantangan, terut...
Gelar Mubes di Pekanbaru, Nazaruddin Nasir Kembali Dipercaya Nakhodai Permaskab Meranti Riau
- 05 September 2026
VISIINDONESIA.COM- Pekanbaru - Kebebasan beragama dan beribadah dijamin secara konstitusional dalam Pasal 28E ayat (1) dan (2) serta Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945. Namun dalam praktiknya, kebebasan tersebut masih menemui berbagai tantangan, terut...
Gandeng IKPI, P3KPI, dan AKP2I, Kanwil DJP Riau Bedah Aturan Transisi SKT dalam PMK 44/2026
- 01 September 2026
VISIINDONESIA.COM- Pekanbaru - Kebebasan beragama dan beribadah dijamin secara konstitusional dalam Pasal 28E ayat (1) dan (2) serta Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945. Namun dalam praktiknya, kebebasan tersebut masih menemui berbagai tantangan, terut...













Comments (0)
There are no comments yet