Projo Riau Minta Pemerintah tegas berantas mafia test PCR Perampok Rakyat. Ini Alasannya!
- Visi Indonesia
- 03 November 2021
VISIINDONESIA.com - Harga reagen yang digunakan untuk tes PCR ternyata hanya berkisar antara Rp13 ribu hingga Rp60 ribu. Harga itu untuk reagen yang digunakan pada mesin tes PCR buatan Tiongkok.
Hussein Abri Dongoran, Redaktur Majalah Tempo, menjelaskan, berdasarkan hasil investigasi yang telah diterbitkan oleh Majalah Tempo, ditemukan ada dua versi harga PCR.
Versi pertama adalah menurut dokumen dari pemerintah, yang menyebut harganya di bawah Rp205 ribu.
“Di situ tertulis tak sampai Rp205 ribu. Komponen paling mahal adalah reagen, sekitar Rp 195 ribu. Sisanya untuk bayar nakes maupun biaya rumah sakit atau fasilitas kesehatan,” jelasnya dalam Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Senin (1/11/2021).
Sedangkan versi kedua adalah harga tes PCR yang menggunakan mesin-mesin buatan Tiongkok.
Tes PCR menggunakan mesin produksi Tiongkok pun ada dua versi harga reagen, tergantung pada fasilitas kesehatan yang memberi layanan.
Menurutnya, berdasarkan hasil diskusi dengan pengusaha, ada importir yang meminjamkan alat tes PCR produksi Tiongkok pada sejumlah layanan kesehatan.
“Fasilitas kesehatan tidak perlu mengeluarkan uang tapi disediakan oleh para importir. Dalam artian importir itu memberikan mesin dari Tiongkok yang harganya tak sampai Rp400 juta, tapi diikat,” tuturnya.
Ikatan itu berupa para fasilitas kesehatan tersbeut harus membeli reagennya dari importir, dengan syarat pembelian minimal 1.000 per bulan atau 25 ribu kit, nantinya alat itu menjadi milik fasilitas kesehatan.
Jika fasilitas kesehatan penyedia layanan PCR menggunakan mesin yang diberikan oleh importir, harga satuan reagen adalah Rp60 ribu.
Sedangkan fasilitas kesehatan yang menggunakan mesin sendiri, harga reagen di pasaran hanya Rp 13 ribu.
“Kalau fasilitas kesehatan tidak membeli dari importir dijual sekitar Rp13 ribu per reagen. Kedua, kalau diikat oleh para importir itu, fasilitas kesehatan membeli seharga 60 ribu per reagen,” tegasnya.
Dia menambahkan, alat tes PCR produksi Tiongkok tersebut hanya menggunakan sekali ekstraksi, dan hal itu cukup mengkhawatirkan.
“Yang sangat kami khawatirkan, artinya jangan-jangan ada false positif dalam PCR ini.”
Berdasarkan hasil investigasi tersebut, ada dugaan bahwa pandemi ini bukan musibah tapi berkah untuk mencari cuan besar dan cepat di dalam PCR.
“Karena kenapa, seperti yang dijelaskan dalam artikel, kalau kita breakdown satu PCR itu rata-rata nggak sampai Rp200 ribu bahkan kalau alatnya dari China, nggak nyampai Rp100 ribu untuk modal PCR.”
Berdasarkan keterangan itu, Ketua Projo Riau, Sonny Silaban mengatakan seharusnya negara evaluasi ulang atau mengganti test PCR dengan Rapid test dan memastikan apakah harga test PCR ini ada Mafia yang mengontrolnya sehingga bisa mahal sekali dan membebani rakyat dan negara?.
"Jika pemerintah serius menganggap bahwa Virus Corona sebagai musibah harusnya pemerintah konsisten dong memberikan kemudahan dan keringan pada masyarakat" jelas Sonny Silaban.
Ketua Projo Riau juga mencontohkan bahwa selama ini pemerintah juga bisa menggolontorkan dana bantuan bagi masyarakat, itu artinya negara mencoba memahami beban masyarakat yang sedang tidak stabil akibat pandemi ini.
"Jangan kemudian negara diam dan membiarkan kelompok-kelompok atau oknum tertentu menikmati keuntungan pada saat Pandemi seperti ini. Negara harus melindungi rakyat, dan mengusut tuntas sampai keakar-akarya siapapun yang mencoba mencari keuntungan gak wajar saat musibah seperti ini." tegasnya.
Menurut Sonny Silaban negara harus serius dalam pemulihan ekonomi negara saat ini, sebab PCR ini juga menyangkut konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Diketahui, pemerintah telah beberapa kali menurunkan HET tarif tes PCR. Pada Senin, 5 Oktober 2021 pemerintah melalui surat edaran Menteri Kesehatan, menetapkan harga tertinggi tarif tes PCR sebesar Rp900 ribu.
Dilansir Sonora.id, pada 3 Oktober 2020, sebelum ditetapkan batas tarif, harga swab test mandiri bisa berpuluh-puluh kali lipat jika dibandingkan harga rapid test.
Umumnya berkisar antara Rp1,5 juta sampai dengan Rp4 juta, tergantung waktu tunggu hasil tes yang didapatkan.***(Kompas.com)
Related Posts
Paling Dicari
PROJO Gelar Dialog dan Salurkan Bantuan Alat Pertanian di Hari Tani Nasional 2026
- 24 September 2026
VISIINDONESIA.com - Harga reagen yang digunakan untuk tes PCR ternyata hanya berkisar antara Rp13 ribu hingga Rp60 ribu. Harga itu untuk reagen yang digunakan pada mesin tes PCR buatan Tiongkok. Hussein Abri Dongoran, Redaktur Majalah Tempo, menjela...
Sasar Gamers Pekanbaru, IKTS Gelar Turnamen MLBB Offline Berhadiah Jutaan Rupiah Oktober Mendatang
- 09 September 2026
VISIINDONESIA.com - Harga reagen yang digunakan untuk tes PCR ternyata hanya berkisar antara Rp13 ribu hingga Rp60 ribu. Harga itu untuk reagen yang digunakan pada mesin tes PCR buatan Tiongkok. Hussein Abri Dongoran, Redaktur Majalah Tempo, menjela...
PROJO Apresiasi Kinerja Kementerian Pertanian : Prestasi Harus Berdampak Langsung kepada Petani.
- 09 September 2026
VISIINDONESIA.com - Harga reagen yang digunakan untuk tes PCR ternyata hanya berkisar antara Rp13 ribu hingga Rp60 ribu. Harga itu untuk reagen yang digunakan pada mesin tes PCR buatan Tiongkok. Hussein Abri Dongoran, Redaktur Majalah Tempo, menjela...
Gelar Mubes di Pekanbaru, Nazaruddin Nasir Kembali Dipercaya Nakhodai Permaskab Meranti Riau
- 05 September 2026
VISIINDONESIA.com - Harga reagen yang digunakan untuk tes PCR ternyata hanya berkisar antara Rp13 ribu hingga Rp60 ribu. Harga itu untuk reagen yang digunakan pada mesin tes PCR buatan Tiongkok. Hussein Abri Dongoran, Redaktur Majalah Tempo, menjela...
Gandeng IKPI, P3KPI, dan AKP2I, Kanwil DJP Riau Bedah Aturan Transisi SKT dalam PMK 44/2026
- 01 September 2026
VISIINDONESIA.com - Harga reagen yang digunakan untuk tes PCR ternyata hanya berkisar antara Rp13 ribu hingga Rp60 ribu. Harga itu untuk reagen yang digunakan pada mesin tes PCR buatan Tiongkok. Hussein Abri Dongoran, Redaktur Majalah Tempo, menjela...
Sinergi IKPI, IKTS, dan Lintas Komunitas Sukses Warnai Puncak Baksos Kemanusiaan di MTC Panam
- 30 August 2026
VISIINDONESIA.com - Harga reagen yang digunakan untuk tes PCR ternyata hanya berkisar antara Rp13 ribu hingga Rp60 ribu. Harga itu untuk reagen yang digunakan pada mesin tes PCR buatan Tiongkok. Hussein Abri Dongoran, Redaktur Majalah Tempo, menjela...
PROJO Apresiasi Deklarasi WCOPS: Momentum Kebangkitan Petani Sawit Swadaya di Panggung Dunia.
- 29 August 2026
VISIINDONESIA.com - Harga reagen yang digunakan untuk tes PCR ternyata hanya berkisar antara Rp13 ribu hingga Rp60 ribu. Harga itu untuk reagen yang digunakan pada mesin tes PCR buatan Tiongkok. Hussein Abri Dongoran, Redaktur Majalah Tempo, menjela...
FPK Pekanbaru Gelar Cafe Morning dan Silaturahmi Lintas Suku
- 29 August 2026
VISIINDONESIA.com - Harga reagen yang digunakan untuk tes PCR ternyata hanya berkisar antara Rp13 ribu hingga Rp60 ribu. Harga itu untuk reagen yang digunakan pada mesin tes PCR buatan Tiongkok. Hussein Abri Dongoran, Redaktur Majalah Tempo, menjela...
Pererat PeKebangsaan 38 Paguyuban Suku dan Etnis Hadiri Dialog Pembauran Kebangsaan di Pekanbaru
- 29 August 2026
VISIINDONESIA.com - Harga reagen yang digunakan untuk tes PCR ternyata hanya berkisar antara Rp13 ribu hingga Rp60 ribu. Harga itu untuk reagen yang digunakan pada mesin tes PCR buatan Tiongkok. Hussein Abri Dongoran, Redaktur Majalah Tempo, menjela...
Peduli Kesehatan Masyarakat, DPD PROJO Riau Bagikan 7.000 Masker Gratis di Depan Kantor Gubernur
- 28 August 2026
VISIINDONESIA.com - Harga reagen yang digunakan untuk tes PCR ternyata hanya berkisar antara Rp13 ribu hingga Rp60 ribu. Harga itu untuk reagen yang digunakan pada mesin tes PCR buatan Tiongkok. Hussein Abri Dongoran, Redaktur Majalah Tempo, menjela...













Comments (0)
There are no comments yet